Sabtu, 29 Januari 2011

Cinta Allah

Sungguh bahagia kala kita bisa merasakan hangatnya cinta dari Sang Pemilik Cinta, betapa tidak ketika Allah mencintai seseorang maka Dia akan memerintahkan kepada segenap malaikat yang ada di langit untuk mencintai orang itu. Selanjutnya para malaikatpun akan turun ke bumi dan mengabarkan pada seluruh makhluk Allah bahwasanya Allah mencintai si fulan/fulanah dan seluruh makhlukNya pun akan senang dan cinta terhadap si fulan/fulanah itu.
Walaupun sekiranya seluruh makhluk yang ada di dunia ini akan menjatuhkan orang itu, namun kala orang itu sudah dicintai oleh Sang Pemilik Cinta maka tak dapat seorang pun kan mampu menjatuhkannya. Begitupula sebaliknya walaupun seluruh makhluk di dunia ini berusaha mengangkat derajat seseorang, namun manakala Allah membencinya maka tak dapat seorang pun kan mampu untuk mengangkatnya.
Sungguh tak takutkah wahai jiwa-jiwa yang lemah, akan murkanya Allah karena kala Dia sudah meninggalkan engkau maka tak seorangpun yang mampu tuk menolongmu, maka oleh karena itu wahai jiwa yang lemah, jiwa yang penuh dengan noda lumpur teruslah kejar cintaNya, larilah mengejar rahmatNya dan janganlah engkau lari menjauhi rahmatNya. Seringnya kita melalaikan setiap nikmat yang kita peroleh, seringnya kita tak syukuri setiap nikmat yang kita dapatkan karena kita terkadang meremehkannya sehingga kita tak pernah mensyukuri setiap apa yang kita dapat karena merasa itu hanya sesuatu yang kecil dan tak penting.
Namun kita kan merasa butuh ketika kita berada dalam keadaan terhimpit, ditimpa masalah yang berat, terjatuh udah gitu tertimpa tangga lagi eh ada genting jatuh…baru deh inget pada Allah, tapi itu sih masih mending ya, daripada ini sudah ancur-ancuran bukannya ingat pada Allah eh dia malah minta pada selain Allah…wah itu sih double dah udah mah gak bersyukur kala kelapangan malah sekarang meminta kepada selainNya..masya Allah.
sekali lagi wahai jiwa yang sedang resah, wahai jiwa yang lemah, jiwa yang rapuh, ingat Allah kala lapang maka Allahpun akan ingat kala engkau sempit, datangilah Dia dengan berjalan maka dia akan mendatangi mu dengan berlari, begitu besar rahmatNya, betapa besarnya cintaNya kepada kita semua tak merasakah kita akan hal itu..Maka nikmat manakah yang kamu dustai…
Read more >>

Nikmatnya Hidup

sujud-syukur-1

Bila hidup ini tidak halangan, tentu tidak menarik. Terlebih dahulu di-cast dengan ilmu, lalu kita amalkan dalam kehidupan, seperti bertarung dalam kehidupan nyata ini. Tapi kita harus benar-benar dapat mengukur diri kita. Misalnya, ketika terjadi pertemuan dengan kalangan tertentu, yang membuat keimanan kita turun, bererti pertemuan itu tidak bagus untuk kita. Bererti iman kita belum cukup untuk dapat menangkis pengaruh negatif dari kelompok itu. Maka untuk sementara waktu kita perlu berhijrah dari lingkungan tersebut, dalam rangka menguatkan diri. Sehingga pada waktunya, kita sudah sedia untuk terjun ke dalam kehidupan sebenar, namun kita sudah berbekal dengan kemampuan yang lebih baik. Kita harus mendakwahi mereka, ketika kita sudah yakin dengan kekuatan diri kita. Di-cast dapat juga dengan cara berkumpul dengan orang-orang soleh. Diamnya saja akan berpengaruh terhadap keyakinan kita.

Yang paling membuat hidup kita tidak selesa adalah kebingungan, ragu-ragu, dan keraguan, kerana setiap yang meragukan membuat hidup kita tidak jelas. Dalam menjalani hidup ini, apabila belum mengenal peta hidup dengan jelas, maka menyebabkan hidup menjadi gamang, ragu, dan sangat meletihkan.

Dalam menjalani hiduup ini, harus jelas hala tujunya dan bagaimana dalam melangkahnya, siapa Tuhan kita, siapa kita, apa yang bahaya, dan apa yang menyelamatkan, akan ke mana kita, dan sebagainya. Kalau sudah semuanya jelas, maka akan mantap dan tidak akan bingung dalam menjalani hidup.

Manusia diciptakan dan diurus oleh Allah SWT. Tugas kita di dunia ini adalah menjadi hamba Allah. Mematuhi apa yang diperintahkan Allah dan menjauhi apa yang dilarang Allah. Perkara rezeki adalah mutlak dalam genggaman Allah. Kalau kita patuh kepada Allah dan yakin dengan kekuasaan Allah, Sang Pemberi rejeki pasti akan menjamin segala keperluan rezekinya.

Barangsiapa yang bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan ke luar. Dan memberinya rezeki dari arah yang tiada disangka-sangkanya. Dan barang siapa yang bertawakal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan) nya. QS At-Thalaq : 2-3

Kita bekerja bukan hanya untuk mencari wang, tapi merupakan amal soleh dalam menjemput rezeki atau nafkah kita. Yang dicari keberkahan dan redha Allah SWT. Orang yang mencari redha Allah tidak akan ragu kepada Allah SWT sebagai pemberi rezeki, pasti kita akan bertemu dengan rezeki kita, sehingga tidak akan mahu berbuat haram. Kalau seseorang tidak mencari redha Allah, maka ia akan menghalalkan berbagai cara.

Dengan demikian, berbeza antara orang yang bekerja hanya untuk mencari wang, dengan orang yang bekerja untuk mencari redha-Nya. Orang yang mencari redha Allah, sama sekali tiada keraguan, yakin pasti bertemu dengan rezekinya. Selama sesuai dengan perintah Allah, tidak perlu menghiba-hiba kepada manusia, kerana manusia tidak dapat memberikan apa pun, tanpa izin Pemilik Semesta Alam.

sujud-syukur-2

Kita bergaul dengan manusia, bukan untuk menuhankan, dan memelas kepada manusia. Kita bergaul dengan manusia kerana Allah menyuruh kita bergaul dengan manusia dengan baik. Kita berbuat baik bukan untuk dihargai. Orang menghargai, dan mengakui kebaikan kita atau tidak, bukan urusan kita. Urusan kita adalah bergaul dengan manusia dengan baik sesuai perintah-Nya. Tidak boeh takut kepada manusia. Diri kita milik Allah, tak akan jatuh sehelai rambut pun tanpa izin pemilik-Nya. Tidak akan pernah mati, kecuali Allah yang mematikan.

Manusia bukan pemberi rezeki, manusia hanya makhluk sebagai jalan dari ketentuan Allah. Tugas kita jelas, menjemput rezeki kita dengan cara yang halal. Semua anak-anak kita ada rezekinya. Tugas orang tua membawa anaknya mengenal siapa penciptanya, Lukmanul Hakim menjadi contoh bagaimana seorang hamba Allah, yang tidak bertuhankan selain Allah. Beliau mendidik anak untuk mengenal-Nya, dengan itu akan berjumpa dengan rezekinya yang berkah. Dan akan berjumpa dengan rezeki dan takdir terbaik dalam kehidupannya. Setelah kita mati, warisan terbesar kita kepada anak-anak kita adalah keyakinan dan istiqamah taat kepada Allah.

Dunia ini hanya tempat persinggahan. Semua kita akan tinggalkan. Dunia tidak ada apa-apa. Dunia bukan untuk memperbudak kita, tapi dunia diciptakan untuk menjadi pelayan kita. Harta, pangkat, gelaran, tidak ada apa-apa erti. Orang-orang zalim dan ingkar diberi oleh Allah dunia ini. Kemuliaan bukan dengan pencapaian duniawi, tanda kemuliaan bukan dengan berharta atau berpangkat, melainkan dengan takwa.

Takwa itu tandanya hatinya yakin, patuh kepada Allah, lahir batin. Redha dengan semua takdir yang telah ditetapkan Allah. Allah tidak pernah zalim dalam menentukan takdir kita. Jelas hidup ini hanya singgah sebentar di dunia dan dunia tidak dibawa ke alam kubur.

Siti hajar ketika ditinggalkan Nabi Ibrahim yang merupakan perintah Allah, ia lantas mengikutinya. Lalu tatkala memerlukan air untuk diri dan anaknya, beliau pun berlari-lari mencari air ke bukit shafa dan marwah. Namun air tidak muncul di bukit tersebut melainkan di sekitar ka’bah yang berjarak seratus meteran dari sana.
Maka tugas kita dalam hal ini adalah untuk menyempurnakan ikhtiar, bukan menentukan hasil. Jangan pernah risau dengan janji Allah. Sesungguhnya yang berbahaya bagi diri kita adalah keburukan dari diri kita sendiri. Orang lain hanya menjadi jalan.

sayangi-iman-anda

Sekarang masalah apa pun yang menimpa, jangan sibuk dengan orang yang menjadi jalan, melainkan sibuk dengan diri kita yang menjadi penyebabnya. Kebaikan kembali pada pembuatnya, begitu pula keburukan. Tidak ada yang merosak diri kita selain dari keburukan diri kita.

Ketika kita menghadapi kesusahan, kita tidak dapat menyelesaikan dengan kemampuan kita, melainkan dengan pertolongan Allah. Bagaimana jalan keluarnya? Adalah dengan bertaubat.

Barangsiapa yang memperbanyak istighfar, Allah akan menenangkan hatinya, Allah akan memberi jalan keluar, dan rezeki pertolongan dari yang tidak terduga.
‘maka aku katakan kepada mereka: "Mohonlah ampun kepada Tuhanmu, sesungguhnya Dia adalah Maha Pengampun, niscaya Dia akan mengirimkan hujan kepadamu dengan lebat, dan membanyakkan harta dan anak-anakmu, dan mengadakan untukmu kebun-kebun dan mengadakan (pula di dalamnya) untukmu sungai-sungai." (QS Nuh : 10-12)

Rezeki termahal dalam hidup ini adalah hati yang yakin, dan lahiriahnya patuh kepada Allah dengan istiqamah. Kejayaan orang adalah yakin kepada Allah, tidak ada keraguan dalam hatinya. Tidak bersedih hati. Kunci yakin adalah hati yang bersih. Makin bersih dari kemusyrikan, kemunafikan, dan cinta duniawi, hati akan langsung merasakan keyakinan, hati peka, doa mustajab, akhlak mulia, dan auranya tenang. Maka jangan ukur kejayaan seseorang dengan duniawinya, melainkan lihatlah sejauh mana keyakinannya yang merupakan kurnia Allah tidak ada tolok bandingannya.

Sekuat tenaga mengarungi hidup, disusuli dengan semangat kebersihan hati. Cari sahabat yang dapat membantu membersihkan hati. Seperti kereta yang tidak berfungsi whipernya/ pembersih kaca ketika hujan lebat, maka dia akan risau. Bukan tiada jalan, melainkan tidak dapat melihat jalan. Seperti itu pula ketika kita melihat dengan mata hati yang tertutup dosa. Oleh kerana itu, kembalilah kepada Allah, seperti kaca yang bersih, maka akan tampak semua yang ada, kerana tidak tertutup, seperti udara bagi paru-paru ini, penyelesaian sesungguhnya terhampar dekat kita.
Read more >>

Hidup Harus BersYukur

Aku gak tahu kenapa, mungkin kamu yang baca juga gak tahu kenapa kita bisa dilahirin ke dunia ini. Padahal, hidup di dunia ini gak gampang lho. Dari yang namanya balita terus tumbuh besar. Dibiayain sekolah ma orang tua. Terus sampe akhirnya cari kerja.
Semuanya berkesinambungan. Apalagi kalau kita semakin dewasa. Makin tambah banyak aja masalah yang menimpa. Pusiiiiiing rasanya..
Tapi kita kembali lagi kepada (Yang Maha Menciptakan) Allah SWT. Sudah pasti Allah telah menciptakan makhluk yang sempurna seperti kita ini tidak dengan sia-sia. Pasti ada tujuannya. Nah, oleh karena itu kita tak sepantasnyalah mengeluh tentang apa yang telah terjadi di hidup kita ini.
Entah, buruk atau paling buruk sekalipun. Semuanya pasti ada makna yang bisa diambil. Juga ketika kita sedang mangalami kebahagiaan, kita juga harus bisa berpikir bahwa kesenangan yang kita dapatkan ini adalah datangnya dari Allah SWT.
Karena apa yang telah diberikan oleh Allah SWT. Semuanya mesti kita syukuri.
Entah kita kaya atau miskin. Entah kita sakit atau sehat. Entah kita sedih atau senang. Walau bagaimanapun,apa yang telah terjadi pada diri kita. Haruslah kita SYUKURI..
Alhamdulillahi Rabbil ‘alamiin……
Read more >>

Gimana Media membohongi Manusia

Bagi sebagian besar umat manusia, media merupakan sumber informasi vital dan dibutuhkan setiap harinya. hampir semua informasi kita dapatkan dari media entah itu surat kabar, televisi, radio atau internet. Namun tidak semua berita yang kita dapatkan dari media adalah benar, sebagian membingungkan dan sebagian lagi berisi berita bohong.
Bagaimana media membohongi manusia adalah fokus dari tulisan ini, dengan ini kami berharap agar setiap manusia, muslim khususnya, menjadi lebih waspada dan kritis terhadap berita-berita yang dituliskan setiap jurnalis.
Strategi yang digunakan media adalah tidak menuliskan apa yang sebenarnya terjadi. Sebagai contoh misalnya media beramai-ramai melaporkan seorang anak Israel tertembak mati oleh pejuang palestina di wilayah perbatasan. Berita ini diulas berhari-hari bahkan berminggu-minggu pada kolom utama sehingga membentuk opini bahwa pejuang Palestina adalah monster pembunuh anak-anak dan tidak pantas dikasihani. Apa yang sebenarnya juga terjadi pada saat dan tempat yang sama adalah puluhan ibu-ibu Palestina hanya bisa berdiri dipinggir kawat berduri berharap bisa menjenguk anaknya yang sudah berbulan-bulan terpenjara di rumah sakit Israel. Tetapi kemudian media hanya memberitakan kematian seorang anak Israel dan sama sekali tidak menuliskan puluhan bahkan ratusan anak Palestina yang terpenjara dan berada dalam kekuasaan Israel serta ratusan nyawa rakyat Palestina lainnya.
Tugas para jurnalis sebenarnya tidaklah semulia yang kita pikirkan, sebagian dari mereka berhati kejam bahkan lebih kejam daripada tentara Israel paling kejam sekalipun. Jika seorang tentara membunuh berdasarkan perintah atasan, maka seorang jurnalis bisa menghasilkan jutaan dukungan dari pembacanya dan menghasilkan milyaran dollar dana segar bagi organisasi/negara yang dibelanya untuk siap melakukan pembataian yang lebih dahsyat lagi. Sedang pelaku kejahatan mendapat jaminan kenyamanan karena apa yang dilakukannya akan ditutup rapat-rapat oleh para jurnalis yang tampil manis penuh senyum di televisi anda.
Sebagai ilustrasi perhatikan apa yang dilaporkan media terhadap korban konflik Israel-Palesina selama tahun 2001 sebagai berikut:
1. ABC melaporkan jumlah korban di pihak Israel 300% lebih banyak dibanding Palestina
2. CBS meloparkan jumlah korban di pihak Isreal 380% lebih banyak dibanding Palestina, dan
3. NBC meloparkan jumlah korban di pihak Isreal 400% lebih banyak dibanding Palestina.
Bandingkan dengan jumlah korban yang sebenarnya terjadi dilapangan. Selama tahun 2001 jumlah korban tewas di pihak Israel adalah 165 orang sedangkan jumlah korban meninggal di pihak Palestina adalah 549 orang (sumber B'Tselem). Dari data ini yang terjadi sesungguhnya jumlah korban di pihak Palestina adalah 330% lebih banyak dibanding Israel tetapi yang dilaporkan oleh media justru sebaliknya. Jurnalis adalah pembohong ulung
Korban anak-anak akibat perang adalah issue yang sangat kritis yang bisa mengundang kemarahan semua orang apapun agamanya jika mereka mengetahuinya. Media kafir tahu betul hal ini sehingga mereka berusaha dengan sangat kuat untuk menutupi jumlah kematian anak Palestina akibat kebiadan Israel. Sebaliknya mereka membuat laporan bahwa pihak Palestina lah yang gemar menjadikan anak-anak sebagai target pembunuhan mereka.
Perhatikan laporan dari media-media berikut:
Tahun 2001:
- ABC melaporkan jumlah anak Isreal yang menjadi korban adalah 1380% lebih banyak dibanding anak palestina
- CBS melaporkan anak Israel yang menjadi korban adalah 640% lebih banyak dibanding anak palestina
- NBC melaporkan jumlah anak dipihak Israel adalah 1240% lebih banyak dibanding anak palestina
- Harian New York Times melaporkan jumlah anak Israel yg jadi korban adalah 35 anak, sedang di pihak palestina hanya 23 anak.
Berapa sebenarnya jumlah anak yang menjadi korban?
- Jumlah anak israel yang menjadi korban: 28
- Jumlah anak palestian yang menjadi korban: 131
(sumber: Laporan B'Tselem)
Jumlah anak palestina yang menjadi korban keganasan tentara Israel sebenarnya adalah 467% lebih banyak daripada jumlah anak Israel, tetapi media telah membutakan mata dunia sehingga Israel lebih leluasa melakukan pembantaian terhadap anak-anak Palestina di tahun-tahun berikutnya.
Mari kita lihat data tahun 2004.
- ABC melaporkan jumlah anak Isreal yang menjadi korban adalah 900% lebih banyak dibanding anak palestina
- CBS melaporkan anak Israel yang menjadi korban adalah 1280% lebih banyak dibanding anak palestina
- NBC melaporkan jumlah anak dipihak Israel adalah 990% lebih banyak dibanding anak palestina
Jumlah anak Palestina yang menjadi korban meningkat menjadi 197 anak, dan jumlah anak Israel yang menjadi korban turun menjadi 8 anak saja.
Kehebatan media menutupi kematian anak akibat keganasan Israel telah menjadikan terorisme Isreal tidak tersentuh oleh perhatian dunia dan mereka pun terus menerus melakukan pembunuhan dan kejahatan selama orang palestina masih ada hingga bangsa Palestina punah dari dunia.
Ingat apa yang diucapkan oleh Golda Maier, perdana menteri Israel tahun 1969
"Tidak pernah ada makhluk yang lebih buruk daripada orang Palestina, mereka tidak selayaknya hidup"
Media selalu meletakkan berita kematian pihak Israel di headline mereka dan melaporkannya berulang-ulang sehingga pembaca merasa jumlah korban di pihak Israel jauh lebih banyak.
Strategi ini adalah penerapan dari prinsip Israel yang diadopsi oleh media
"Satu juta orang Arab (Palestina) tidaklah lebih berarti daripada ujung kuku orang Yahudi" (Rabbi Yaccov, dimuat di harian New York Times 28 Februari 1994).
Dari fakta-fakta ini saya berani menuliskan bahwa membeli media yang berpihak kepada Israel dan kafir berarti ikut mensupport Israel membantai rakyat Palestina.
Read more >>

Senin, 24 Januari 2011

pahala orang Haji

Kebanyakan ndak kalo kamu yang sat ini banyak banget dosanya sebanyak butir-butir pasir di laut kali ya tiba-tiba putih bersih tanpa dosa, seperti saat dilahirkan ibunda tercinta tempodoelo. Manna bisssa?????? Perscaya ga’ , ternyata kamu bisa ngehapus semua dosa-dosamu, dengan amalan yang ringan. Ini benar-benar fakta looooo, bukan janji. Pingin tahu caranya? Inilah tips nya Nabi SAW;
Man hajja hadzal baita falam yarfust walm yarfuq roja’ kama wldathu ummuhu.” Siapa ke haji dan tidak berkata kotor serta berbuat fasik, maka ia kembali (tanpa dosa) seperti saat dilahirkan ibunya”.(HR.Bukhori)
(Aduh seneng banget ya. Makanya, niatin sejak sekarang untuk bisa ke haji. Percaya deh, meski sekarang belum kebayang duit dari mana, asal niat bener-bener tulus, suatu saat, entah kapan insyallah jadi ke haji. Amiin)
Read more >>

Purnama Dalam Surga

Ada kan temen kamu yang bilang kalo ibadah itu nadk boleh pamrih, harus aemata-matakarena Allah. Ibadah ndak boleh karena minta dapat pahala atau minta Surga. Ndak boleh niat ibadah agar ndak dimasukin ke Neraka. Sebab kalo masih ada Surga atau pahala artinya masih ada pamrih. Dia bilang yang kayak gitu itu ibadahnya orang awam.
Katanya, kalo yang udah makrifat, ibadah ya sekedar untuk cariridho Allah. Ndak urusan nanti mau di masukin ke Neraka atau ndak boleh msuk Surga. Yang penting dapat ridho Allah, katanya. (Duh, berani amat ya, kok nggak takut ama Neraka).
Trus dia bilang manusia ada tiga tingkatan; Tingkat syriat, tingkat hakikat dan tingkat makrifat. Konon, masing-masing punya cara sendiri dalam beribadah, termasuk soal tujuan dan orientasinya. Konon pula ada yng berpendapat, kalo udah pada tingkat makrifat, ya udah ndak perlu shalat, puasa dan nglakonin kewjiban agama lainnya. (hebat amat, kan. Sampe-sampe ngalahin para Nabi?).
Sekarang gimana kamu ngejawabnya? Confuse jga kan? Makanya, belajar agama dong, biar ndk dikadali ama orang yang sok ngerti agama, padahal ngreka-ngreka.
Jawabnya mudah aja! Gini, bilango, agama Islam itu ya apa yang di wahyukan Allah ke Nabi Muhammad SAW. Yaitu Al-Qur’an dan Hadist. Jadi, apa sja yang nyangkut urusan agama kembalikan aja, ada dalilnya ndak dari Qur’an atau Hadist shahih? Trus jangan berhenti hanya di sini!, pemahamannya juga harus benar. Yaitu sesuai dengan pemahaman yang disampaikan oleh Nabi ke para sahabat, lalu Tabi’in dan Tabi’it tabi’in. ini prinsipnya. Maka, setiap apa saja yang dilakukan sebagai ajaran Islam harus dikembalikan ke prinsip ini. Lihat Qur’an surat An- Nisa’:59. Lalu sampaikan hadist shhih riwayat Imam Muslim dari Aisyah Ra, bahwa Rasulullah bersabda, “ barangsiapa mengamalkan suatu amalan yang tidak atas perintahku, maka ia tertolak.”
Okay, sekarang ujilah omongan temen kamu di atas dengan prinsip yang sudah kamu ketahui tadi. Benarkah ada dalil di Al-Qu’an atau Hadist yang ngejelasin bahwa ibadah itu harus semata ikhlas karena Allah? Nah, kalo yang ini benar. Diantara dalilnyaQur’an surat bayyinahayat 5 dan hadist Umar bin Khothob tentang niat.
Lanjut , sekarang soal niat ibadah ndak boleh minta pahala atau ngarepin surge, harus murni mencari ridha Allah. Yang pnting ridha Allah, meski dicemplungin ke Neraka. Apa bener demikian? Tegesnya, ada ndak larangan minta Surga dan mohon perlindungan dari Neraka? Coba dech minta para ustadz agar membolak-balik Qur’an dan seluruh kitab Hadist. Ndak akan ketemu dalill yang melarang minta Surga dan mohon perlindungn dari Neraka, bahkan sampe kamu tua bi ubanan, ndak akan nemukan dalilnya. Apalagi dibilang dimasukin neraka ndak apa-apa, asal dirihoi Allah. Ini mah keblinger! Mana ada orang yang dirihoi Allah dimasukin Neraka?.
Justru dalil-dalil yang ada malah sebaliknya. Al-Qur’an dan Hadist menegaskan agar kita mengharapdan minta Surga. Demikian pula dalil agar kita dilindungi Allah dari api Neraka. Dan dalil-dalil itu jumlahnya buanyak banget. Nabi Muhammad SAW jga mengajarka n agar pada saat tasyahud skhir kita membaca doa, Allahumma inni a’udzubika min ‘adzabi jahannama wa min ‘adzabil khobri wa min fitnatil mahyaa wal mamaati wa min fitnatil masiihil dajjal.” Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari siksa Neraka Jahannam dan dari siksa kubur, dari fitnah kehidupan dan kematian, juga dari fitnah Al-masih Ad-Dajjal.”(Hr. Bukhori Muslim).
Minta Surga dan dijauhkan dari Neraka itu tidak bertentangan dengan keikhlasan dan ridha Allah. Justru itulah yang yang dituntunkan Nabi Muhammad SAW. Kita disuruh takut banget ama Neraka, dan disuruh ngarepin banget bisa masuk Surga. Dan kita-kita sebagai umat Muhammad, harus ngikuti apa saja yang diajarkan Nabi SAW, ndak boleh mangkir bin nyeleweng sejengkal pun. Bahkan missal tidak percaya sebagian hadist saja, itu berarti kita udah ndak kesebutsebagai umat Muhammad. Kita harus taat terhadap apa saja yang disampaikan Nabi SAW lihat Qur’an surat Al-Hasyr:7. Tentu hadist-hadist yang sudah direkomendasikan para ahli Hadist tentang keshahihannya dan kebolehannya sebagai dalil atau hujjah. Soal kasta-kasta, kagak ada dalilnya. Yang ada dala Al-Qur’an atau Hadist adalah istilah-istilah seperti takwa, shalih, mukmin, muslim, muhsin. Kaggak pernah Nabi SAW bilang, kalo beliaua termasuk orang ma’rifat, umatnya disebut orang-orang awam dan sebagainya. Apalagi sampe bilang, ada sebagian orang yang boleh tidak mejalankan syariat agama karena udah pada tingkat makrifat. Suwer, kagak ada dalilnya!
Itu semua hanya karangan. Urusan agama ndak boleh ngarang-ngarang. Siapapun ndak boleh punya kewenangan dan otoritas untuk bikin-bikin aturan dlam urusan agama. Bahkan meski seorang ulama besar, dia harus manut 100% terhadap nabi SAW. Dan setiap orang, meski ulama besar, kalo pendapatnya bertentangan dengan Qur’an dan Hadist, maka harus di tolak.
Trus, coba siapa yang lebih baik dan lebih takwa dari Nabi SAW ? No body ,kan? Kamu-kamu kan tahu, kalo Nabi itu contoh yangsempurna dalam nglakonin perintah dan syariat Allah. Sampe-sampe kaki beliau bengkak karena tekun dan lamanya beliau shalat malam. Nah, lo! Jadi, nggak ada itu klasifikasi masih syariat atau udah makrifat sehingga ndak perlu njalanin shalat dan perintah agama linnya.
Kalo ada orang yang sudah mkrifat sehingga dia ndak mau shalat, puasa dan njalanin perintah agama lainnya, sebaliknya malah berzina, judi, mabuk-mabukan de el-el atas nama sudah makrifat maka saksikannlah bahwa dia udah keluar dari Islam.
Read more >>
 
HTML,BODY{cursor: url("http://downloads.totallyfreecursors.com/cursor_files/heartmultiglitter.ani"), url("http://downloads.totallyfreecursors.com/thumbnails/heartmultiglitter.gif"), auto;}
Free Heart Multi Glitter MySpace Cursors at www.totallyfreecursors.com